Kesepakatan di Kesbanpol: Spanduk Protes Dilepas, Pembangunan Gereja Dihentikan Sementara
SURABAYA, seputarberitasurabaya.com – Perselisihan terkait rencana pembangunan Gereja Abdiel Elyon di Perumahan Bukit Palma, Babat Jerawat, Pakal, Surabaya, akhirnya menemukan titik terang. Setelah pertemuan yang digelar di Kesbanpol, seluruh pihak sepakat menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dan baik-baik.
Berdasarkan kesepakatan yang dicapai, pertemuan terbuka dengan seluruh warga akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 18.30 WIB, bertempat di Balai RT 01 RW 05. Sementara itu, spanduk protes yang terpasang di lokasi pembangunan akan dilepas pada tanggal yang sama, dan proyek pembangunan gereja dihentikan sementara sampai ada kesepahaman bersama.
Mewakili pihak terkait,George Filip loswetar, S. T, M.M ketua RT 07 PALMA classica citland Utara, menyampaikan bahwa selama ini ia menahan diri untuk tidak menyampaikan pernyataan apa pun, dengan alasan tidak ingin momen bahagia peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 ternoda oleh persoalan ini.

“Sebagaimana kita pahami, salah satu wujud kemerdekaan adalah kebebasan melaksanakan ibadah dan memeluk agama yang sah di negara kita,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa secara administrasi, izin pembangunan gereja tersebut telah sah dan diterbitkan oleh lembaga negara berwenang.
Harapannya, seluruh pihak dapat menahan diri dan bersama-sama mencari jalan keluar terbaik. Hal ini sejalan dengan semangat peringatan Kemerdekaan RI ke-81, sekaligus mendukung program Kampung Pancasila yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Kota Surabaya guna memperkuat kerukunan antarwarga.
Dengan kesepakatan ini, diharapkan suasana kembali kondusif, musyawarah berjalan lancar, dan kerukunan warga tetap terjaga sebagaimana nilai-nilai luhur Pancasila. (RUDIK-PAKAL)
