Dikira Jambret 2 Pria Dikejar Warga Hingga Area Pemakaman Kawasan Pakal
SURABAYA, seputarberitasurabaya.com – Suasana di Jalan Pondok Benowo Indah, kawasan Pakal, Surabaya, mendadak heboh pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Dua pria menjadi sasaran amukan warga setelah muncul anggapan bahwa keduanya merupakan pelaku jambret terhadap seorang perempuan.
Peristiwa tersebut kemudian viral di media sosial, salah satunya melalui video yang beredar di TikTok. Namun, polisi memastikan informasi yang menyebut keduanya sebagai pelaku jambret tidak benar.
Kapolsek Pakal Kompol Sugeng Rianto menjelaskan, kejadian bermula ketika salah satu pria dalam kondisi mabuk dibonceng temannya menggunakan sepeda motor Kawasaki Ninja. Pria tersebut disebut berteriak-teriak saat perjalanan pulang.
Teriakan itu membuat seorang perempuan yang berada di lokasi merasa ketakutan dan ikut berteriak. Situasi kemudian berkembang hingga memicu perhatian warga.
“Orang mabuk. Ceritanya itu, pulang mabuk teriak-teriak, terus si perempuan itu ketakutan dan ikut teriak-teriak. Tapi bukan jadi korban jambret,” kata Sugeng.
Menurut keterangan Teddy, petugas keamanan Universitas Wijaya Putra (UWP), kedua pria tersebut melaju dari arah selatan menuju barat. Saat melewati perempuan tersebut, terdengar teriakan hingga sebuah sepeda motor Honda CBR menabrak Kawasaki Ninja yang mereka kendarai.
Pria yang dibonceng kemudian terjatuh dan mengalami luka di bagian kepala. Sementara pengendara Ninja melarikan diri ke arah tempat pemakaman umum (TPU), meninggalkan motornya.
Warga yang mengejar kemudian mengepung keduanya hingga berhasil diamankan.
“Begitu ditabrak yang dibonceng jatuh, terus yang nyetir ini lari ke makam. Motornya ditinggal, dikejar warga lari ke makam. Dikepung terus kena keduanya. Begitu ditangkap semua, keduanya langsung dibawa ke Koramil,” ujar Teddy.
Kedua pria tersebut selanjutnya dibawa ke Koramil. Polisi kemudian melakukan pengecekan identitas melalui Bhabinkamtibmas.
Dari pemeriksaan tersebut, salah satu pria diketahui merupakan warga sekitar. Keluarganya kemudian datang menjemput dan membawanya pulang.
Sugeng menegaskan, tidak ada barang milik perempuan yang dilaporkan hilang dalam kejadian tersebut. Polisi juga tidak menemukan indikasi bahwa keduanya merupakan pelaku jambret.
“Habis itu dibawa ke Koramil. Ada keluarganya kemudian yang jemput. Jadi bukan jambret. Keliru itu di sosmed,” tegas Sugeng.
Ia menambahkan, apabila kejadian tersebut benar merupakan aksi jambret, polisi akan mengamankan dan memproses pelakunya. Namun, berdasarkan pengecekan yang dilakukan, tidak ditemukan indikasi adanya aksi penjambretan.
“Kalau itu jambret ya sudah pasti kami amankan, kita tahan. Identitas gak nyimpen, pas Bhabin ngecek itu si yang mabuk itu warga sekitar dan sudah pulang,” pungkasnya. (ARDIYAN-PAKAL)
