GASPOL! Mahasiswa UPN "Veteran" Jatim Kreasikan Gerakan Sampah Organik di Kelurahan Pakis, Surabaya
Surabaya, www.mediasurabayanews.com – Mengedukasi pengelolaan sampah tidak selalu harus dilakukan di dalam kelas. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 11 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur memilih cara yang lebih kreatif melalui Gerakan Sampah Organik Pakis Lestari (GASPOL) dengan mengajak anak-anak menghias tong sampah dari galon bekas sekaligus belajar memilah sampah sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Makam Kristen Kembang Kuning, RW 06 Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, Surabaya, pada Minggu (2/8/2026) tersebut diikuti oleh 28 anak berusia 6 – 12 tahun. Selain menjadi sarana edukasi lingkungan, tong sampah hasil kreasi peserta juga akan ditempatkan di sejumlah titik di wilayah RW 06 yang masih membutuhkan fasilitas tempat sampah.
Koordinator Acara KKN Kelompok 11 Pakis, Bayu, mengatakan bahwa GASPOL dirancang sebagai media pembelajaran yang menyenangkan agar anak-anak lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Edukasi mengenai pemilahan sampah tidak diberikan melalui metode ceramah, melainkan dikemas dalam bentuk kegiatan kreatif yang melibatkan partisipasi aktif peserta.

“Tujuan utamanya adalah mengajarkan anak-anak cara memilah sampah organik dan anorganik. Namun, kami membalut pembelajaran tersebut melalui kegiatan yang menyenangkan. Anak-anak diajak mewarnai tong sampah yang berasal dari galon bekas sekaligus belajar menerapkan konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R),” ujar Bayu.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memanfaatkan galon bekas sebagai bahan utama pembuatan tong sampah. Upaya ini sekaligus menjadi contoh nyata penerapan prinsip 3R, yakni mengurangi sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak pakai, serta mendaur ulang menjadi produk yang bermanfaat. Dengan pendekatan tersebut, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga belajar bahwa barang bekas dapat memiliki nilai guna apabila dikelola secara kreatif.
Menurut Bayu, anak-anak sekolah dasar dipilih sebagai sasaran utama karena usia tersebut merupakan fase penting dalam pembentukan karakter dan kebiasaan positif. Penanaman kepedulian terhadap lingkungan sejak dini diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami memilih anak-anak SD karena mereka sudah mulai memahami mana perilaku yang baik dan kurang baik. Kesadaran itu ingin kami pupuk sejak dasar, termasuk bagaimana menjaga lingkungan dan memilah sampah dengan benar,” jelasnya.
Kesuksesan pelaksanaan GASPOL juga tidak terlepas dari dukungan masyarakat setempat. Sebelum kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN berkoordinasi dengan pengurus RW, ketua RT, serta kelompok ibu-ibu di lingkungan RW 06 untuk menyebarluaskan informasi kepada warga sehingga anak-anak dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Yang terlibat bukan hanya anak-anak SD, tetapi juga pihak RT, RW, serta organisasi-organisasi wanita yang ada di Pakis, khususnya di RW 06. Mereka sangat membantu kami dalam menyukseskan program GASPOL,” tutur Bayu.
Ia menambahkan bahwa program ini telah dipersiapkan sejak awal penyusunan program kerja KKN. Selama kurang lebih dua minggu, seluruh anggota tim melakukan diskusi, penyusunan konsep, pengadaan sarana dan prasarana, hingga pembagian tugas antardivisi agar pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana.
“Program ini merupakan hasil kerja sama seluruh anggota KKN. Tidak hanya divisi acara, tetapi juga Humas, BPH, dan Perlengkapan saling mendukung agar kegiatan dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Tong sampah hasil kreasi peserta selanjutnya akan ditempatkan di sejumlah titik di wilayah RW 06 yang sebelumnya telah diidentifikasi belum memiliki fasilitas tempat sampah organik maupun anorganik. Penempatan tersebut diharapkan dapat mendukung kebiasaan masyarakat dalam membuang dan memilah sampah sesuai jenisnya.
Melalui GASPOL, mahasiswa KKN Kelompok 11 UPN “Veteran” Jawa Timur berharap edukasi mengenai pengelolaan sampah tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan semata, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Dengan melibatkan anak-anak sebagai agen perubahan sejak usia dini, program ini diharapkan dapat menjadi langkah kecil yang memberi dampak berkelanjutan bagi lingkungan Kelurahan Pakis.
(54TR14/Tim Media Massa | Kelompok 11 Pakis)
