Sambut Bulan Suro Seduluran Eyang Joko Dolog Gelar Doa Bersama
SURABAYA, seputarberitasurabaya.com – Bulan Suro adalah bulan pertama dalam kalender Jawa yang bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah, secara filosofis, bulan ini dimaknai sebagai momentum refleksi diri, bulan prihatin dan waktu untuk meningkatkan eling lan waspada (selalu ingat kepada Tuhan dan mawas diri terhadap godaan duniawi).
Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suro Tahun 1960 Be / 2026 M, Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog menyelenggarakan kegiatan Doa Bersama Awal Bulan Suro yang dilaksanakan pada Rabu Kliwon, (17/6/26),di area Cagar Budaya Arca Joko Dolog, Jalan Taman Apsari Surabaya.

Bertepatan dengan Hari Pembuatan Arca Joko Dolog, Hari Rabu Kliwon. Kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun Ini, selain dihadiri oleh pengurus dan anggota Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog, juga masyarakat umum, yang bertujuan mewujudkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa seperti yang disampaikan oleh Ko Marco selaku panitia acara.
“Kegiatan doa bersama ini menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta sarana mempererat tali persaudaraan, menjaga nilai-nilai spiritual, dan melestarikan tradisi serta warisan budaya leluhur yang telah hidup di tengah masyarakat,” ucap ko Marco saat ditemui sebelum acara dimulai.

Dalam sambutan acara yang disampaikan oleh ketua Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog Khoirul Anam S.H. rutinitas yang dilakukan setiap tahun ini adalah salah satu program kerja organisasi dan juga persiapan menyambut event besar orgsnisasi yakni Festival Joko Dolog.
“Acara Doa Bersama ini adalah Agenda Tahunan di Awal Bulan Suro yang merupakan salah satu program kerja Organisasi Abdi Dalem Eyang Joko Dolog, Sekaligus Sebagai Momentum Sosialisasi Kepada Masyarakat Bahwa akan di selenggarakannya Festival Joko Dolog Surabaya, pada Tanggal 1-2 Juli 2026, ada pun rangkaian Acaranya adalah Tradisi Sedekah Bumi, Ruwatan Massal, Kirab Budaya, Tampilan Jaranan dan Wayang Kulit dan lain sebagainya,” ujar Khoirul Anam,
Diharapkan melalui kegiatan ini dapat terbangun semangat kebersamaan, ketentraman batin, serta harapan akan kehidupan yang lebih baik dan penuh keberkahan dalam memasuki Bulan Suro.

Disela-sela sambutannya Khoirul Anam juga menceritakan secara singkat sejarah Arca Joko Dolog ini.
“Dibuatnya Arca Joko Dolog sebagai bentuk penghormatan kepada Prabu Kertanegara (raja terakhir Kerajaan Singosari) dalam perwujudan Buddha Mahasobbya, juga untuk menghargai gagasan besar Kertanegara mempersatukan Kerajaan-Kerajaan di Nusantara atau yang dikenal dengan Ekspedisi Pamalayu, dan tidak bosan-bosannya saya selalu menyampaikan dan menceritakan sejarah Arca Joko Dolog ini, supaya masyarakat luas tidak hanya mengenal bentuk fisiknya saja, tetapi juga makna dan filosofi yang terkandung didalamnya,” ujar Khoirul Anam menutup kata sambutannya. (N3551)
